Monday, September 17, 2012

Satu jari sangat berarti buat kita

Sejak masuk sekolah dasar kita telah diajarkan untuk bisa melakukan hal-hal sederhana sendiri, salah satu contohnya yaitu mengikat sepatu. 
Hari demi hari orangtua dirumah, kakak bahkan guru disekolah mengajarkan kita untuk mengikat sepatu, dimulai dari cara yang paling sederhana sampai yang paling rumit, terus menerus sampai akhirnya kita bisa melakukannya sendiri.
Sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah akhir kita lewati sebagian teman-teman memilih untuk langsung bekerja, sebagian lagi menjadi pengusaha melanjutkan bisnis orangtua dan sebagian lagi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sejak menyelesaikan pendidikan di SMU/STM kita semakin jarang melakukan hal yang dulu rutin kita lakukan setiap pagi yaitu mengikat sepatu, tentu karena masa itu telah lewat, kita sudah bukan lagi anak sekolahan. Sekarang kita sudah berada di dunia yang berbeda "emangnya sekarang kita diplanet apa", maksudnya sekarang kita bukan lagi anak sekolah melainkan sebagai pekerja baik itu PNS, swasta ataupun wiraswasta, oia satu lagi ketinggalan mahasiswa/i.
Itulah sebabnya kita semakin jarang mengikat sepatu, kan gak mungkin sepatu olah raga dipake kerja. 
Nah pernahkah kita mencoba atau yang gak pake modal deh yaitu membayangkan, kita mengikat sepatu tanpa menggunakan satu jari saja, kita sebut namanya jempol. Silahkan dicoba betapa sulitnya kita melakukan sesuatu yang seberanya itu adalah hal yang sangat mudah kita lakukan sebelumnya. 
Coba ikat sepatu tanpa menggunakan jempol, ribet bukan, dengan jempol bisa dilakukan sangat cepat bahkan bisa dilakukan sambil melangkah lompat dengan satu kaki karena terburu-buru.
Contoh dari cerita sederhana ini bisa menginspirasi kita untuk menjaga dan merawat seluruh tubuh kita dengan hati-hati dan baik. Gunakan selalu alat pelindung diri yang dapat melindungi kita dari segala resiko bahaya terhadap keselamatan dan kesehatan kita, bahaya ada dimana-mana dirumah, dijalan, ditempat-tempat umum dan dilokasi kerja.
Jangan biarkan hal mudah menjadi sulit karena tidak membiasakan diri menggunakan alat-alat penyelamat, misalnya seat belt saat mengendarai mobil, helm standar saat mengendarai sepeda moto, sepatu saat berolahraga, jaket saat udara dingin, dan alat pelindung diri saat bekerja.